Oleh: Helmi | 1 Desember 2014

Adrian Maulana, Ganteng-ganteng Investor

adrian maulana

adrian maulana

Sibuk sebagai entertainer, Adrian Maulana ternyata cerdas soal perencanaan keuangan keluarga. Soal investasi, Adrian berpegang pada prinsip jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Adrian mengalokasikan investasinya dalam beberapa jenis portofolio seperti reksadana, saham, properti, dan bisnis. Tahun 2012 lalu Adrian berinvestasi setidaknya 60% disektor properti, sisanya di saham dan reksadana. Nah, di tahun 2013, Adrian menurunkan porsi investasi properti menjadi hanya 40% dan mengalihkannya ke saham. Adrian sendiri mengaku sebagai investor moderat, alias tidak terlalu agresif mengejar laba, tetapi tidak terlalu penakut juga mengambil resiko.

Sebagai investor, Adrian pun ikut belajar dan memperhatikan kejadian-kejadian yang bisa mempengaruhi laba investasinya. Misalnya saja saat pemilu legislatif dan presiden, Adrian mengubah porsi investasinya karena ia yakin kejadian politik tersebut akan berpengaruh ke pasar modal. Untuk mengantisipasi efek negatif ia mengurangi porsi investasi saham dan menambah investasi properti. Adrian membeli sebuah apartemen di Jakarta Selatan, yang kebetulan juga sudah dalam keadaan tersewa.

“Jadi bisa langsung menjadi passive income karena lokasi apartemen terhitung pasar yang sudah jadi,” Adrian menjelaskan strateginya membiakkan uang sebagaimana dilansir KONTAN.

Di sektor saham, Adrian menjalankan strategi tersendiri dengan membeli saham-saham yang diyakininya bakal memiliki prospek cerah dimasa mendatang. Beberapa kategori perusahaan yang diincarnya adalah emiten sektor infrastruktur dan konsumsi. Pilihannya bukan tanpa alasan. Terpilihnya Jokowi sebagai presiden ketujuh RI membuatnya yakin bahwa pembangunan infrastruktur akan meningkat. Emiten-emiten sektor ini terutama yang berstatus BUMN diyakini pastinya akan kebanjiran proyek pembangunan infrastruktur dari pemerintah. Ia pun tidak mau melewatkan peluang ini. Sebaliknya, Adrian mengaku saat ini tidak tertarik lagi kepada saham sektor tambang karena nilainya terus menurun.

Dalam menjalankan investasinya, Adrian lebih menyukai investasi saham langsung, dibandingkan instrumen investasi lainnya. Ia pun tidak berharap muluk-muluk. “Tingkat hasil 15% investasi di pasar modal menurut saya sudah cukup baik,” jelas Adrian. Untuk saat ini komposisi investasinya adalah saham 20%, reksadana 20%, deposito 20% dan properti 40%. Untuk tahun depan ia berencana mengurangi investasi propertinya 10% dan menggunakan dananya untuk menjalankan bisnis. Namun demikian Adrian belum memberitahu bisnis apa yang akan dijalankannya.

Semoga tambah sukses ya mas Adrian Maulana!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: