Oleh: Helmi | 7 Agustus 2014

Rahasia Cara Cepat Bisa Setir Mobil

Rahasia Cara Cepat Bisa Setir Mobil

porsneleng mobil manual

Porsneleng Mobil Manual

Persiapan Awal: Sebelum anda mulai belajar mengemudi, ada baiknya jika anda menyiapkan beberapa hal penting berikut ini, yaitu: Niat yang kuat Ingat segala sesuatu itu tergantung pada niatnya, ada baiknya jika anda  meluruskan niat terlebih dahulu sebelum memulai.

Sebuah Mobil Terserah bagaimana anda mendapatkannya yang penting memenuhi syarat-syarat seperti: bukan mobil curian, disarankan menggunakan mobil yang masih menggunakan fasilitas kopling (manual), disarankan juga memilih mobil yang berukuran besar seperti kijang, panther, atau sejenisnya.

Seorang Pengajar Ingat!! orang tersebut harus lah orang yang sudah bisa mengemudi, jangan memilih orang yang sama-sama sedang belajar.

 

Berikut Beberapa Instruksi dari Instruktur Kursus Mengemudi Mobil :
CARA-CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDILangkah awal :Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pakai belajar/belajar mengemudi,, apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin.Rem, Kopling, (untuk mobil manual), Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau setandart keselamatan maka mulailah dengan sekarang…..

  1. Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya(1 2 3 4 5 dan R untuk mundur)
  2. Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri
  3. Kenali posisi padal Kopling tekan atau ijak dan lepaskan secara perlahan
  4. Kenali posisi pedal Gas seberapa setuhanya
  5. Kenali posisi pedal Rem seberapa tekananya
  1. Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baik nya anda mengoreksi kondisi tongkat prosneleng ( stiek prosneleng).posisikan pada posisi netral/ nol. Posisi tersebut ada di tengah-tengah, antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang kekanan dan kekiri serta kedepan dan kebelakang. Di akan mempunyai ruang lebih banyak atau lebih luas posisikan di tengah-tengahnya.Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol, anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal

 

  1. Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri,namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebuat berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya( turunkan tuasnya )

 

  1. Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemudi dengan nyaman,senyaman mungkin,karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyamanan mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersandarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil, lalukan dengan seharusnya saja jangan di paksakan pandangan kita, majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full.Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir.Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir, tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri, ahirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan

 

 

  1. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa lihat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol

pula, cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T

 

  1. 5.Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan mesin kendaraan (mobil) putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir, putar lagi maka anda melihat di sepido meter mobil anda ada beberapa yang akan menyala dengan warna merah atau oranye namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup, lalu putar lagi keposisi kanan , maka secara sepontan anda akan merasakan perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . AWAS

kami harap anda jangan dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda,karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam mengemudi.

  1. Langkah selanjutnya. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas yaitu kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan padal GAS dengan lembut, bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu .Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata

 

  1. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri, atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju tongkat prosneleng ke arah kedepan, namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek)

 

  1. Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . Lalu angkat ujung kaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengangkatan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kaki kanan anda dari pedal Rem dengan catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil

 

  1. 9.Bila mobil anda sudah mulai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanbay di posisi Rem , sampai anda bisa merasa rilek dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut.

 

  1. Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rilek walaupun tampa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada di posisi kopling angkat habis atau lepas habis namun dengan catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuhan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada pasisi pedal gas .AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan melakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tampa adanya tenaga untuk menekanya, maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus sentuh sedikit demi sedikit. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan.,namun tentunya cukup pelan saja

 

  1. Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikan stanby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. Dengan demikian anda akan dengan sigap dan reflek akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga, KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan

anda akan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung

AWAS

Pahami dulu isi dari petunjuk kami dan hafalkan jangan belajar mengemudikan mobil sambil membaca.

Cara ini tidak berlaku untuk mobil merek MERCY atau BMW di karenakan ada perbedaan di posisi prosneleng atretnya.

Selamat, Kini anda sudah bisa mengemudi mobil hanya dengan 7 hari. hehehe…note: Tips mengemudi ini bisa dilakukan dengan jangka waktu yang lebih pendek dan juga cocok untuk  semua umur (asalkan kakinya sudah sampai untuk nginjek rem dan gas).Sebagai perbandingan, saya belajar setir mobil dengan ambil kursus di Kursus Mengemudi Surabaya  dengan Urutan sebagai berikut :Hari Pertama Selasa 05 Agustus 2014 Pukul 09.00 – 11.00Yang Diajarkan :

  1. Operasional Mobil (cara oper gigi Transmisi, cara turunkan Hand Rem, cara injak Pedal Kopling, cara injak Pedal Rem dan Cara Injak Pedal Gas)
  2. Turun ke Jalan mempraktekkan Teori tentang Kopling, Porsneleng, Setir, Kaca Spion, dan Gas.
  3. Isi Bensin
  4. Bagaimana Cara Belok kiri, Belok kanan, Belok di Bundaran

Hari Kedua Rabu 06 Agustus 2014 Pukul 09.00 – 11.00

  1. Operasional Mobil (cara oper gigi Transmisi, cara turunkan Hand Rem, cara injak Pedal Kopling, cara injak Pedal Rem dan Cara Injak Pedal Gas)
  2. Turun ke Jalan mempraktekkan Teori tentang Kopling, Porsneleng, Setir, Kaca Spion, dan Gas.
  3. Cara Turun Tanjakan
  4. Bagaimana Cara Belok kiri, Belok kanan, Belok di Bundaran
  5. Cara Maju Mundur (pakai Kopling, Gigi 1 dan Gigi R, rem, Spion kiri-kanan-belakang, setir)

Hari Ketiga Kamis 07 Agustus 2014 Pukul 09.00 – 11.00

  1. Operasional Mobil (cara oper gigi Transmisi, cara turunkan Hand Rem, cara injak Pedal Kopling, cara injak Pedal Rem dan Cara Injak Pedal Gas)
  2. Turun ke Jalan mempraktekkan Teori tentang Kopling, Porsneleng, Setir, Kaca Spion, dan Gas.
  3. Cara Naik-Turun Tanjakan
  4. Bagaimana Cara Belok kiri, Belok kanan, Belok di Bundaran
  5. Cara Maju Mundur (pakai Kopling, Gigi 1 dan Gigi R, rem, Spion kiri-kanan-belakang, setir)
  6. Cara Parkir

Jadi, semoga berhasil.

 

TIPS MENGEMUDI :

A. Cara Mengemudi yang AMAN

  1. Pengecekan Bagian Luar Mobil

Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.

Pengecekan Ban
Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar.

Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban.

Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.

Pengecekan Mesin
Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.

  1. Pengecekan Dalam Mobil

Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis.

Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.

  1. Posisi Duduk

Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:

  1. Komunikasi
    Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil.
  2. Kenyamanan
    Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh.
  3. Kontrol
    Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.

Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:

Sabuk Pengaman
Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya.

Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat.

Jarak Kursi
Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.

Sandaran Kursi
Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.

Jarak Tubuh & Kemudi
Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.

Posisi Penahan Kepala
Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala.
Ketinggian Kemudi
Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.
Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:

Pengecekan Instrumen Dashboard                                                                  

Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.

Pengaturan Kaca Spion
Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.

Pengecekan Lampu-lampu
Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.

  1. Olah Kemudi

Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir.

Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian.

                                                                                               .

Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:

  1. Tarik-Dorong

Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi.

  1. Silang

Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.

  1. Teknik Pengereman

Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).

ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.
Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.

EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.

Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.

  1. Scanning

Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.

  1. Blind Spot

Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.

  1. Safe Following Distance

Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:

Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.
Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’.
Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.

  1. Safe Stopping Distance

Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.

  1. Parkir

Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar berikut:

Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:

  • Pastikan kondisi mesin selalu prima.
  • Jaga putaran mesin tetap rendah.
  • Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
  • Gunakan pengereman dengan mesin.
  • Tekanan udara ban selalu normal.
  • Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.
  • Matikan AC jika tidak diperlukan.

 

Cara Parkir Mobil Yang Benar

Banyak orang saat ini tahu bagaimana mengendarai mobil tapi sangat sedikit orang tahu bagaimana memarkirkan mobilnya dengan baik. Perlu dipahami bahwa pengendara yang mahir tidak hanya bisa mengendarai mobilnya dengan baik di jalan raya, melainkan juga mampu memarkirkan mobilnya dengan baik . 


Sering mungkin kita lihat banyak lahan/ruang parkir yang tersisa sia-sia hanya karena seseorang memarkirkan kendaraannya tidak lurus. Atau justru mungkin Anda juga pernah mengalami kesulitan keluar dari tempat parkir Anda karena mobil lain menghalangi mobil Anda. Nah, untuk itu, mari kita simak bagaimana tips memarkirkan mobil dengan baik dan benar agar kita semakin mahir menjadi pengendara mobil.

  • *Carilah tempat parkir yang cukup besar untuk memarkirkan mobil. Ingat, Anda boleh jadi bertindak masa bodoh terhadap mobil sendiri, tapi bisa jadi pemiliki mobil lain justru sangat mencintai mobilnya. Oleh sebab itu, jangan sampai cara parkir Anda akhirnya menggores mobil orang lain.
  • *Upayakan parkir dengan cara mundur. Meskipun tampak lebih sulit tapi hal ini justru memudahkan Anda. Caranya dengan meluruskan posisi mobil terlebih dahulu sebelum masuk ke tempat parkir. Jangan lupa hidupkan lampu sein ketika parkir. 
  • *Pastikan untuk memberi jarak dengan mobil di belakang dan di depan Anda, jika Anda berniat memarkirkan mobil di tengah-tengah dua mobil lain. Jarak itu akan sedikit memberikan keleluasaan pada mobil di belakang dan di depan Anda, untuk bermanuver keluar parkiran. 
  • *Gunakan ketiga kaca spion (kanan, tengah, dan kiri) untuk memanuverkan mobil Anda. Jangan lupa untuk membuat jarak juga dengan mobil di sebelah kiri maupun kanan, jika Anda parkir di tengah dua mobil yang berderet ke samping.
  • *Upayakan untuk menarik rem tangan ketika Anda memarkirkan mobil. Jika Anda parkir di jalanan yang menurun atau menanjak, usahakan untuk memasukkan perseneling atau gigi ketika mematikan mobil. Hal ini sebagai antisipasi jika rem tangan tak bisa menahan beban mobil ketika diparkirkan di jalanan yang tidak rata.
  • *Satu hal sering dilupakan adalah jangan membuka pintu mobil terlalu lebar atau terburu-buru yang akhirnya membentur mobil orang lain. Upayakan untuk pelan-pelan membuka pintu mobil, terutama ketika Anda parkir dengan cara serong/miring.

 

Cara Parkir Pararel

parkir paralel

Parkir Paralel

Angka kepemilikan mobil pribadi di kota-kota besar  terus meningkat, kemacetan lalu-lintas makin merata di jalan-jalan saat jam sibuk. Begitu juga dengan masalah ruang parkir. Area parkir publik diatur sedemikian rupa dengan marka agar mobil diparkir dengan baik dan tertib.

Tetapi memarkir mobil ada aturannya, kita harus mematuhi marka yang ada di area parkir dan kudu mengerti cara yang hatus dilakukan.

Parkir paralel adalah posisi parkir yang dianggap cukup sulit untuk melakukannya oleh sebagian orang. Perlu trik khusus dan latihan untuk dapat melakukannya dengan lancar dan baik. Berikut cara yang harus diketahui dan hendaknya berlatih bagi mereka yang masih belum sigap memarlir mobil dalam posisi parallel :

 

Gambar 1. Perkirakan bahwa ruang untuk parkir lebih besar dari ukuran panjang mobil kita, majukan mobil hingga sejajar dengan mobil yang parkir tersebut. Usahakan ada jarak sekitar satu meter dari mobil yang parkir dengan mobil kita.

 

Gambar 2. Masukkan gigi mundur (R), kemudian putar stir ke sisi arah tempat parkir. Mundurkan perlahan.. Perhatikan sudut bagian belakang mobil yang parkir.

 

Gambar 3. Saat posisi mobil sudah miring/diagonal 45 derajat, luruskan stir sambil mundur      perlahan.

 

Gambar 4. Ketika hampir mendekati trotoar, putar balik stir ke arah luar, sambil mundur perlahan.

 

Gambar 5. Pindahkan ke gigi 1 atau D (untuk transmisi otomatis), belokkan stir ke sisi dalam untuk meluruskan posisi mobil.

Gambar 6. Bila perlu.. mundurkan kembali mobil hingga antara mobil depan dan mobil belakang sama jaraknya.

Ref : Kursus Mobil

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: