Oleh: Helmi | 7 Juli 2014

Mau KAYA ?, PUASA lah

mau kaya puasa lah-mohhelmi.wordpress.com

Mau KAYA, PUASA lah – mohhelmi.wordpress.com

Apa Hubungannya PUASA dengan menjadi KAYA ?

Mungkin, itulah pertanyaan besar anda semua…

Pertama tama, saya ingin mengucapkan selamat memasuki bulan suci Ramadhan dan bagi para sahabat yang menjalankan ibadah puasa, semoga dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan lancar.

Bagi sebagian besar orang arti berpuasa biasanya hanya diartikan untuk kegiatan dalam menjalankan ritual agama, dan  kegiatan berpuasa pun hanya dilakukan untuk memenuhi kewajiban yang diharuskan dalam ajaran agama saja.

Ada yang berpuasa setahun sekali, seperti di bulan Ramadhan ini, ada juga yang berpuasa Senin-Kamis, ada pula yang berpuasa ala nabi Daud selang setiap 2 hari, ada yang berpuasa setiap hari Jumat, dan macam macam lagi ritual berpuasa yang bisa kita temui di sekeliling kita.

Terlepas dari arti dan tujuan puasa di dalam semua agama, dalam tulisan pendek  di bawah ini, saya akan membagikan pengalaman saya berpuasa dan manfaat berpuasa dalam perjalanan saya mencapai kebebasan keuangan melalui investasi properti.

Puasa bagi saya sudah diajarkan sejak kecil oleh kedua orang tua saya, dan sejak kecil saya suka berpuasa mengikuti mereka. Walaupun tidak ada yang mengharuskan saya untuk berpuasa di dalam bulan Ramadhan, saya terkadang berpuasa juga selama bulan Ramadhan.

Berpuasa bagi saya pribadi adalah suatu bentuk latihan fisik, mental maupun spiritual, latihan mengendalikan diri, mengendalikan emosi, mengendalikan nafsu duniawi, termasuk nafsu manusia yang paling dasar, yaitu makan dan minum, dengan tujuan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih kuat serta sehat dalam menjalani kehidupan di dunia saat ini.

Iya, tapi apa hubungannya puasa dengan investasi properti?

Hubungannya bagi saya tampak jelas sekali, beberapa waktu lalu saya ada menuliskan artikel yang membahas tentang “delaying gratification” atau menunda kesenangan.

Di artikel itu saya ada memberi sebuah contoh dimana, selama 15 tahun kehidupan berumah tangga, saya dan istri saya berhasil tidak membelanjakan uang kami untuk membeli barang barang elektronik yang kami rasa kurang bermanfaat, salah satunya seperti TV, yang mana menurut saya, tindakan ini adalah salah satu bentuk dari berpuasa itu sendiri.

Dalam proses perjalanan mencapai kebebasan keuangan, kemampuan untuk menunda kesenangan, ini penting sekali. Karena kemampuan seseorang untuk menunda kesenangannya, membelanjakan uangnya untuk keinginan keinginan sesaat, barang barang konsumtif yang nilainya turun dan akan menjadi sampah, kemudian mengalihkan uangnya untuk disisihkan dan  diinvestasikan pada suatu aset yang nilainya semakin tinggi, itulah yang menjadi fondasi utama para orang orang kaya dimanapun juga.

Banyak orang yang kehidupan keuangannya gagal, terjerat hutang jelek sana sini, terjerat hutang kartu kredit, dikarenakan tidak mampu menunda keinginannya untuk membeli barang barang yang akan jadi sampah atau keinginan keinginan sesaat yang tidak bermanfaat di masa depan.

Nah, delaying gratification atau kemampuan menunda kesenangan ini, akan amatlah erat hubungannya dengan kemampuan dan kebiasaan seseorang dalam berpuasa. Saya tidak mengatakan bahwa orang yang terbiasa berpuasa pasti lebih baik daripada yang tidak pernah berpuasa, karena banyak juga orang yang berpuasa, hanya sekedar berpuasa demi menjalankan kewajiban, tanpa tahu tujuan dan manfaatnya apa buat kehidupannya saat ini.

Tetapi setidaknya, menurut pengalaman dan pengamatan saya, seseorang yang terbiasa melatih dirinya, baik secara fisik, mental maupun spiritual, dirinya akan jauh lebih mudah mengendalikan keinginan keinginan sesaat yang tidak perlu.

Demikian pula akan jauh lebih mudah mengendalikan emosinya, (ingat, salah satu aturan dasar dalam berinvestasi : “Jangan pakai emosi”).

Jadi puasa bisa di jadikan sebagai salah satu kunci atau fondasi dalam meraih kebebasan keuangan.

Jadi seseorang yang sudah terbiasa untuk melatih dirinya, baik secara fisik, mental maupun spiritual, mengendalikan emosinya, tentunya akan jauh lebih mudah pula mengendalikan atau menunda keinginan untuk membelanjakan uangnya pada hal hal yang kurang bermanfaat dan juga mengendalikan emosi saat memutuskan pembelian sebuah aset investasi.

Akhir kata, kembali saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan batin.

Salam Sukses Berkelimpahan,

Joe Hartanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: