Oleh: Helmi | 31 Mei 2014

RAHASIA BESAR para orang “Kaya”

rahasia besar para orang kaya-mohhelmi.wordpress.com

rahasia besar para orang kaya-mohhelmi.wordpress.com

Beberapa waktu yang lalu, saya ingat kembali sebuah nasihat bijak dari salah satu orang yang saya kagumi dan telah banyak merubah cara saya berpikir tentang kesuksesan.

Walaupun saya belum sempat bertemu beliau secara langsung, tetapi saya sudah menganggapnya sebagai salah seorang guru dan sahabat terbaik, yang selalu setia menemani dan memotivasi, disaat saat saya kelelahan dan kesepian, suara dan motivasi beliau melalui audiobooknya lah yang selalu menemani saya dalam perjalanan pergi dan pulang  bersepeda ke tempat kerja di 7 Eleven, sewaktu saya 2 tahun merantau di US.

Beliau jugalah yang telah membuat Anthony Robbins berubah kehidupannya dari seorang tukang bersih WC, menjadi seorang pembicara dan pelatih sukses kelas dunia.

rahasia besar para orang kaya-mohhelmi.wordpress.com

Rahasia Besar Para Orang Kaya-mohhelmi.wordpress.com

“Poor” people have BIG TV at their home, but “Rich” people have BIG Library at their home”

Demikian nasihat almarhum Jim Rohn, yang tanpa saya sadari sudah berhasil saya dan istri saya,  PRAKTEKkan selama ini.

Ketika tahun lalu,  saya dan istri, akhirnya memutuskan untuk memilih dan membeli TV sendiri, untuk di rumah kami, hal itu kami lakukan, setelah kami menunda keputusan tersebut selama hampir 15 tahun.

Ya benar Anda sedang tidak sedang salah membaca, hampir 15 tahun kami telah berhasil menunda keinginan kami untuk membeli TV sendiri, bahkan bukan hanya TV, tetapi kulkas, dan juga beberapa perlengkapan elektronik rumah lainnya.

Kami memilih untuk tetap memakai berbagai perlengkapan elektronik lama, pemberian orang. Walaupun sebenarnya kami mampu beli sendiri semua “mainan” itu, tetapi selama ini kami menundanya, karena kami memilih untuk PRAKTEKkan salah satu rahasia besar orang sukses dan “kaya” yaitu prinsip DELAYING GRATIFICATION.

Selama 15 tahun ini, berulang kali kami telah membeli big flat screen TV, tetapi bukan untuk kami, tetapi untuk para penyewa properti2 kami dan bisnis2 kami, dan sementara itu pula selama 15 tahun ini, kami lebih memilih untuk menginvestasikan uang dan waktu luang kami, bukan untuk membeli dan menonton TV, tapi pada buku-buku, seminar-seminar dan training-training  yang telah dan akan mengubah dan memberdayakan kehidupan kami untuk selalu menjadi lebih baik lagi, lagi dan lagi.

Buat para sahabat yang masih bingung, DELAYING GRATIFICATION atau menunda kesenangan jangka pendek untuk kesenangan jangka panjang adalah prinsip dan rahasia besar para orang sukses dan kaya.

Tetapi prinsip sebaliknya yaitu Instant Gratification atau tidak mampu menunda kesenangan jangka pendeklah yang membuat kebanyakan orang hidupnya gagal dan bangkrut.

Oh ya, prinsip menunda kesenangan ini bukan maksudnya kita tidak boleh beli atau punya TV di rumah lho ya, please deh… tolong, jangan diartikan sesempit itu, tetapi maksudnya adalah menunda kesenangan kesenangan sesaat yang tidak begitu penting, untuk sesuatu yang jauh lebih penting dan untuk tujuan jangka panjang.

Contoh kongkritnya lainnya yang kami terapkan adalah kulkas, saya ingat kurang lebih 3 tahun yang lalu, istri saya Wei Wei saat itu sedang mengajak anak kami Nadya ke toko elektronik untuk memilih dan membeli TV, kulkas, microwave dan mesin cuci baru. Dan saat itu, Nadya dengan keluguan seorang anak usia 10 tahun, komplain berat dengan mommy-nya, dia bilang begini “Mommy ini gimana sih? Kulkas di rumah kita sendiri, udah tua dan jelek, udah seumur aku, tapi tidak diganti yang baru, malah sekarang mommy beliin kulkas dan perangkat elektronik baru untuk orang lain yang menempati apartemen sebelah yang baru kita beli?”

Ya betul sahabat, kami membeli berbagai peralatan elektronik baru untuk penyewa yang menyewa salah satu unit apartemen kami, tetapi kami sendiri tetap memilih  menggunakan berbagai peralatan elektronik tua yang usianya sudah di atas 10 tahun. Itulah salah satu contoh kongkrit prinsip DELAYING GRATIFICATION yang kami terapkan, dan membuat kehidupan kami jauh…. jauuuh…. jauuuuuh…. lebih baik dibanding kehidupan kami beberapa tahun sebelumnya, prinsip sama yang juga diPRAKTEKkan oleh para orang sukses dan kaya di seluruh penjuru dunia.

Contoh kongrit lainnya adalah, 2 orang sahabat baik kami, yang juga properti investor yang sukses. Sahabat yang satu tinggal di Kuala Lumpur, memilih untuk tetap menyewa rumah, padahal sahabat saya ini bersama istrinya sudah memiliki 11 buah aset PropertyCashMachine yang menghasilkan penghasilan pasif untuk mereka. Sedangkan sahabat baik kami lainnya di Jakarta, memilih untuk tetap tinggal di salah satu kamar kost bersama istrinya, padahal dia memiliki puluhan PropertyCashMachine, bahkan penghasilan pasifnya saat itu telah mencapai angka diatas 500 juta perbulan. Dan shhhhh…. Asal Anda tahu saja, Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, juga menerapkan prinsip yang sama, beliau memilih untuk tetap tinggal di rumah sederhananya di Omaha sebuah kota kecil di US, yang dibelinya sejak tahun 1958.

Memang tidaklah mudah menerapkan prinsip DELAYING GRATIFICATION di jaman sekarang ini, dimana setiap hari kita di bombardir oleh iklan dan advertising yang menggoda kita untuk menerapkan hal sebaliknya, Instant Gratification. Situasi dan lingkungan yang “menggoda” kita untuk mengubah gaya hidup kita dengan sebentar sebentar mengganti gadget kita yang masih bagus, hanya dengan alasan sudah ketinggalan jaman, atau menukar mobil kita yang masih bagus, dengan mobil keluaran terbaru, karena tetangga kitapun melakukannya, atau menukar “mainan-mainan” kita lainnya, hanya karena kita takut di”cap” ketinggalan jaman atau “nggak gaul”.

Satu hal yang perlu disadari, saat Anda menerapkan prinsip ini, mental Anda harus kuat, bersiap siaplah menerima sindiran, ejekan atau celaan dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitar Anda…..

Mungkin mereka akan bilang Anda pelit, kikir, nggak tahu cara menikmati hidup, dan lain lain. Saran saya, jangan dengarkan mereka, ingat peribahasa “Anjing menggonggong, kafilahpun berlalu” dan ingat apa tujuan besar Anda menerapkan prinsip ini.

Pengalaman saya, membuktikan orang orang yang berpikir dan mengatakan hal hal negatif tersebut akhirnya akan sadar juga, tetapi biasanya disaat semuanya sudah terlambat, saat itu mereka yang tidak mampu menerapkan DELAYING GRATIFICATION, masih tetap harus bekerja keras menukarkan waktunya untuk mendapatkan uang.

Sementara itu, bagi kita kita yang sudah menerapkan prinsip DELAYING GRATIFICATION, sedang bersantai menikmati hidup tanpa harus bekerja untuk uang, karena uanglah yang bekerja untuk kita.

Saya ingin tahu, apakah Anda sudah menerapkan prinsip atau rahasia orang kaya ini dalam kehidupan Anda? Silakan sharing di bagian komentar di bawah ini. Terimakasih!

Salam Sukses Berkelimpahan

Joe Hartanto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: