Oleh: Helmi | 19 Februari 2014

Bitcoin, e-Money yang Bikin Geger Dua Dunia

bitcoin

BitCoin

Sejumlah otoritas di beberapa negara tengah membicarakan kemunculan sejenis mata uang baru bernama Bitcoin. Membuat heboh karena ini adalah mata uang digital di dunia maya yang ternyata bisa juga dipakai di dunia nyata.

Ya, sudah banyak merchant yang menerima penjualan Bitcoin ini. Mulai dari membeli pizza, elektronik, bahkan belakangan ada yang mampu membeli mobil mewah dengan menggunakan Bitcoin. Jelas, Bitcoin sudah menjadi simbol baru pengukuhan e-money yang bikin geger dua dunia.

Sebagaian orang mungkin masih awam dan bertanya-tanya, apa itu Bitcoin? Dan bagaiamana cara kerjanya? Wajar saja memang, karena kemunculan Bitcoin ini memang tergolong baru.

Untuk menjawab rasa penasaran Anda, detikINET merangkum sejarah Bitcoin mulai dari awal perjalanannya sampai mendunia, seperti dikutip dari New York Times, Kamis (12/12/2013).

1. Apa itu Bitcoin?

e money bitcoin

E-Money Bitcoin

Bitcoin adalah jaringan pembayaran peer-to-peer yang bersifat terbuka (open source) dan juga merupakan mata uang digital yang diperkenalkan sekitar tahun 2009.

Apa uniknya Bitcoin? Kendati hanya sebagai uang mata digital, namun ini bisa menjadi alat pembayaran di dunia nyata. Bahkan Bitcoin bukan sekedar angka-angka uang seperti di PayPal atau semacam e-wallet, namun juga ada bentuk fisiknya juga.

Bedanya dengan alat pembayaran lain adalah, Bitcoin mampu menembus batas sekat negara–yang sementara di negara tertentu saja. Tanpa harus terikat dengan regulasi di setiap negara.

Banyak orang yang menyukai Bitcoin, karena mampu menjadi alat pembayaran tanpa kartu kredit, biaya administrasi dan tentu saja tanpa harus mematuhi regulasi di setiap negara–setidaknya sampai saat ini.

Ya, Bitcoin layaknya era digital zaman sekarang yang mampu menembus ruang dan waktu yang disebut negara tanpa ada sekat wilayah teretorial.

2. Siapa Pencetusnya?

pesona bitcoin

Pesona BitCoin

Sekitar bulan Oktober tahun 2008, seseorang atau mungkin sekelompok orang dengan nama Satoshi Nakamoto menerbitkan sebuah makalah yang menguraikan sistem electronik cash peer-to-peer ini.

Inti dari makalah itu, Satasohi Nakamoto ingin memberikan ide sebuah terobosan dalam menggunakan kode software untuk mengotentikasi dan melindungi transaksi tanpa menggunakan bank central di suatu negara.

Ada beberapa teori yang berbeda tentang mengapa Nakamoto mengusulkan alternatif mata uang tersebut dalam bentuk digital. Namun yang paling menonjol tentu saja adalah merupakan respons terhadap krisis keuangan global.

Internet dan era digital tanpa sekat, menurut Nakamoto, mungkin bisa menjadi salah satu cara menyelamatkan sebuah negara dari kebangkrutan.

3. Bisa Digunakan di Dunia Nyata

Sekitar bulan Mei 2010, atau tiga bulan setelah Bitcoin benar-benar diperkenalkan secara serius di dunia maya, seseorang mengaku telah membeli pizza dengan menggunakan Bitcoin.

Salah satu anggota bernama Laszlo memposting sebuah gambar pizza ke forum Bitcoin. Dia mengklaim berhasil membeli pizza tersebut dengan membayar 10 ribu Bitcoin.

Dalam transaksi Bitcoin, tidak menggunakan perantara, atau tanpa bank. Selain itu, tidak ada komisi atau biaya administrasi untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu memberikan nama asli.

Saat ini, sudah banyak merchant yang menerima transaksi Bitcoin. Dengan mata uang digital ini, Anda dapat membeli pizza, biaya memasang website, hingga barang-barang lainnya.

4. Menuai Kontroversi

Bagaimana pun juga Bitcoin adalah mata uang virtual yang berkembang biak di dunia maya. Sehingga kekhawatiran rekening Bitcoin akan terkena hacking dan pencurian mungkin saja terjadi.

Pernah di bulan Juli 2011, satu kelompok yang mengumpukan sumbangan dalam Bitcoin memutuskan tidak menggunakannya karena terbelit masalah hukum yang terjadi.

Sisi kelam lainnya pernah terjadi, mata uang virtual menciptakan daya tarik bagi para penjahat cyber. Cara setiap Bitcoin muncul didasarkan pada operasional matematika yang dikenal sebagai aktivitas ‘mining‘ pada hardware komputer.

Sebuah website belanja online, Silk Road, ditutup pihak berwajib Amerika Serikat karena terbukti digunakan untuk perdagangan narkoba, senjata, software peretas website, bahkan jasa tukang pukul.

FBI langsung menangkap pemilik website, William Ulbricht (29 tahun), di Kota San Francisco. Menurut petugas, dalam menjalankan bisnis ilegalnya, Ulbricht menggunakan nama online Dread Pirate Roberts.

Menurut FBI, melalui website ini, terjadi transaksi Bitcoin senilai USD 1,3 miliar dan pemilik website menerima USD 80 juta.

5. Investasi Jangka Panjang atau Beresiko?

Seperti halnya mata uang di dunia nyata, ada nilai Bitcoin bila ditukarkan dengan kurs mata uang dolar, misalnya.

Kurs dari Bitcoin ini sangat bergejolak. Dalam hitungan menit, kurs dari Bitcoin ini kerap naik dan turun. 1 Bitcoin (BTC) setara dengan USD 971 atau setara dengan Rp 9,7 juta. Selang setengah jam kemudian, 1 BTC menjadi USD 960 atau Rp 9,6 juta.

CNBC pun menulis, 1 BTC pernah mencapai nilai tertingginya di USD 1.200 pekan lalu sebelum bergerak di USD 915 secara rata-rata pekan ini.

Nilai perputarannya pun tak main-main, popularitas mata uang dunia maya atau virtual currency, Bitcoin, sedang menanjak. Kini ada sekitar Rp 70 triliun senilai Bitcoin yang beredar di seluruh dunia.

Hal itu terungkap dalam konferensi para pengguna Bitcoin yang digelar Selasa kemarin waktu setempat di Las Vegas. Sekitar 600 penggemar mata uang dunia maya ini berkumpul untuk memutuskan masa depan Bitcoin.

Beberapa dari mereka ada yang kaya mendadak gara-gara nilai tukarnya yang naik dengan cepat. Padahal mata uang ini masih belum lama muncul.

6. Mulai Dilirik Regulator

Tanggal 18 November 2013, digelar sidang dengar pendapat di pengadilan Amerika Serikat, dimana mereka ingin melihat sejauh mana manfaat dari jaringan mata uang digital seperti Bitcoin ini.

Memang belum ada indikasi jelas, namun di sidang tersebut dikatakan bahwa pembayaran alternatif ini bisa memberikan manfaat nyata bagi sistem keuangan namun bisa juga menjadi jalan baru untuk pencucian uang.

Sidang senat ini adalah alarm yang jelas dari keinginan pemerintah untuk bergulat dengan konsekuensi dari pertumbuhan Bitcoin. Dan bisa menjadi pengakuan cara lain untuk bertransaksi.

Di Indonesia sendiri, Bitcoin juga mulai ramai dibahas di semua sektor keuangan. Mulai dari Bank Indonesia, otoritas jasa keuangan, hingga penggiat bisnis telematika. Bahkan, orang-orang Indonesia ada juga yang telah lama ikut berburu Bitcoin.

7. Bitcoin di Indonesia

Bank Indonesia kabarnya juga tengah mengkaji transaksi menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran elektronik.  Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah mengungkapkan kajian atas transaksi pembayaran dengan menggunakan Bitcoin dilakukan guna melihat efektivitas penggunaan bitcoin di Indonesia terhadap peredaran rupiah.

“Bitcoin ini nilainya dapat berubah-ubah, bisa naik bisa turun. Dinamikanya sedang diteliti oleh BI. Motif penggunaan bitcoin dengan melihat  landasan hukum penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran dan berbagai risiko dalam penggunaan Bitcoin tersebut,” kata Difi.

Sekadar diketahui, selama ini segala bentuk alat maupun sistem pembayaran baik berupa fisik maupun uang elektronik (e-money) harus digunakan dengan izin dari BI. Untuk Bitcoin belum terdapat permintaan sebagai alat pembayaran.

“Prinsipnya, uang itu harus ada back-up jaminannya dan juga harus ada dasar hukumnya untuk melindungi nasabah. Bitcoin ini sifatnya universal, tidak seperti uang yang secara hukum diatur peredarannya di wilayah tertentu, jadi kalau ada apa-apa harus jelas penanggung jawabnya dan tentunya pengawasnya juga harus ada,” ujarnya.

Berdasarkan penelitian sementara BI, telah ditemukan setidaknya dua merchant di luar Jawa yang menyediakan fasilitas pembayaran dengan menggunakan bitcoin.

“Sejauh ini Bank Indonesia baru menemukan dua merchant (di luar Jawa) yang sudah menawarkan penggunaan Bitcoin. Namun BI belum tahu berapa nilai transaksi Bitcoin di Indonesia,” ungkapnya.

Mungkin yang dimaksud oleh BI adalah Artabit dan situs Bitcoin Indonesia. Artabit adalah salah satunya, sebuah startup yang menawarkan Bitcoin sebagai media pembayaran untuk e-commerce. Sementara situs Bitcoin Indonesia coba menawarkan kemudahan bagi konsumen dalam negeri untuk membeli dan menjual Bitcoin.

Untuk diketahui, beberapa kelebihan Bitcoin jika dibandingkan dengan alat pembayaran digital lainnya adalah transaksi tidak lagi membutuhkan identitas diri. Penjual dan pembeli hanya disyaratkan memiliki identitas dompet digital sehingga hal itu jauh lebih privat ketimbang menggunakan kartu kredit.

Namun, masalah volatilitas yang  masih tinggi merupakan momok menyimpan alat bayar ini.  Kurs dari Bitcoin ini sangat bergejolak. Dalam hitungan menit, kurs dari Bitcoin ini kerap naik dan turun. detik.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: