Oleh: Helmi | 2 Desember 2013

Beranilah Berhutang untuk Beli Properti Produktif

Jangan Tunggu BELI PROPERTI, Tapi BELI PROPERTI & TUNGGU! (Bagian 2 of 3)

[ “Jika Anda bekerja terlalu keras dan berat, artinya Anda bekerja dengan tidak menggunakan pengungkit” ]

leverageHi teman teman sekalian, di akhir artikel sebelumnya, saya membahas mengenai fungsi atau gunanya alat yang namanya dongkrak atau pengungkit di saat Anda ingin mengangkat sebuah mobil yang bannya kempes.

Nah melanjutkan pembahasan mengenai dongkrak,  di tulisan lanjutan ini, saya ingin membahas mengenai kegunaan dongkrak saat seseorang ingin membeli sebuah rumah atau properti, tetapi kemampuan keuangannya belum mencukupi.

Ketika seseorang ingin melakukan pembelian properti tetapi kemampuan keuangannya belum mencukupi, (sama seperti ketika Anda ingin mengangkat mobil yang beratnya di luar kemampuan Anda) maka itu berarti waktunya bagi orang tersebut untuk menggunakan dongkrak atau pengungkit.

Ada nasihat lainnya mengenai pentingnya dongkrak, yang mengatakan demikian, “Jika Anda bekerja terlalu keras dan berat, artinya Anda bekerja dengan tidak menggunakan pengungkit”.

Di dalam dunia investasi properti, dongkrak atau pengungkit yang dimaksud adalah uang/modal pinjaman dari pihak lain. Bentuknya bisa mulai dari pinjaman pribadi antar saudara, teman, kartu kredit, koperasi, atau bentuk umumnya adalah pinjaman bank, dalam bentuk pinjaman investasi, modal kerja atau KPR.

Tapi tentunya bagi Anda yang belum pernah pergunakan dongkrak saat ban mobilnya kempes, untuk bisa menggunakan dongkrak dengan baik, Anda harus belajar dan cari tahu dulu caranya gunakan dongkrak, atau Anda minta tolong orang lain yang tahu caranya gunakan dongkrak, di bagian mana dari mobil, dongkrak tersebut harus di letakkan, kemudian bagaimana cara mengungkitnya, kapan saatnya melepas dan memasang kembali ban mobil, dan bagaimana cara melepaskan dongkrak.

Demikian pula dongkrak atau modal pinjaman saat Anda membeli sebuah properti, Anda harus tahu benar cara menggunakannya dengan baik atau Anda harus belajar dari orang yang sudah terbukti sukses dan tahu cara mempergunakan dongkrak atau modal pinjaman dalam membeli sebuah properti. Karena penggunaan dongkrak yang salah, akibatnya malah bisa fatal!

Dalam tulisan kali ini saya tidak ingin membahas cara pergunakan modal pinjaman (karena saya sudah bahas detil di buku PropertyCashMachine, silakan baca lagi bukunya), saya hanya akan membahas dan mengingtakan akan pentingnya fungsi dan benefit dari alat bantu  dongkrak atau modal pinjaman ini dalam investasi properti.

Mungkin sebagian dari Anda yang baru pertama kali mendengar hal ini, kemudian akan mulai berpikir “Jadi…. saya disuruh berhutang untuk beli properti???

Betul sekali teman teman, saya memang menganjurkan teman teman saya yang kemampuannya belum mencukupi, ketika ingin melakukan pembelian properti, untuk beranilah berhutang.

Dengan memaksakan dan memberanikan diri untuk berhutang saat membeli properti, sebenarnya sama saja prinsipnya dengan Anda menggunakan dongkrak/pengungkit, ketika Anda ingin mengangkat suatu benda yang beratnya di luar kemampuan Anda untuk mengangkatnya.

Tapi ingat ya!!! Saya HANYA menganjurkan Anda berhutang untuk membeli properti, itupun properti produktif, jangan sekalipun berhutang untuk yang tujuannya konsumtif. Hutang yang jenis konsumtif saya tidak rekomendasikan dan melarang keras!

Mungkin sekarang sebagian dari Anda ada yang berpikir, “Tapi kalo saya beli properti pakai pinjaman bank, akhirnya harga perolehannya malah jadi lebih mahal ketimbang saya membelinya tunai? Kan kalau pinjaman ada unsur bunganya yang cukup besar?”

Benar sekali teman teman, ketika kita membeli properti dengan menggunakan uang pinjaman bank, tentunya ada unsur bunga yang mesti kita bayar (itu suatu hal yang sangat adil dalam bisnis, bunga kita bayarkan sebagai imbal hasil atas uang yang kita pinjam), sehingga akhirnya total nilai perolehan properti yang kita bayar  akan jatuh lebih mahal daripada beli tunai.

Tetapi sebagian orang sering lupa, bahwa salah satu prinsip investasi yang sangat powerfull adalah adanya hukum compounding interest.

Didalam buku PROPERTY CASH MACHINE – Langkah Cerdas Membangun Kekayaan Melalui Properti TANPA MODAL” telah saya jelaskan, bahwa hukum compounding interest ini disebut sebagai keajaiban dunia yang ke 8.

Dengan adanya compounding interest ini, harga properti yang Anda beli, kenaikan nilainya akan lebih cepat dan berlipat lipat, dibandingkan dengan nilai total pokok+bunga yang kita bayarkan kepada pihak bank.

Sebagai contoh, jika saat ini Anda membeli sebuah properti dengan harga Rp 1 M, kemudian supaya perbandingannya lebih terlihat, anggaplah kita bisa meminjam 100% dari harga pembelian, sampai senilai Rp 1 M, dengan suku bunga rata rata 11% dan jangka waktu mengangsur 20 tahun, maka total angsuran yang kita bayarkan sampai angsuran ke 240 (12 bln x 20 thn) adalah sebesar Rp 2.477.252.142,-

“Wow…hampir Rp 2,5 milyar, padahal yang dipinjam cuma 1 milyar doang” begitu pikir Anda.

Sekarang sebagian dari Anda mungkin mulai berkata, “Nah tuh kan, jatuhnya, jadi muahaaaaal buangeeeet properti yang kita beli, gara gara pake uang pinjaman yang ada bunganya”.

Tapi tunggu dulu, seperti yang sudah saya jelaskan diatas, kita harus hitung berapa nilai properti kita 20 tahun lagi dengan menggunakan hukum Compounding Interest.

Nah ketika kita hitung, nilai properti tersebut dengan memasukkan hukum Compounding Interest, dengan asumsi bahwa setiap tahunnya selama 20 tahun, properti mengalami kenaikan rata rata sebesar 10% saja, maka nilai properti tersebut 20 tahun lagi akan jadi Rp  6.115.909.145,-. Jadi ada selisih keuntungan Rp.3.638.657.003,- dari nilai properti kita 20 tahun lagi, dengan total uang yang kita bayarkan ke bank selama 20 tahun.

Catatan : Angka perhitungan di atas, bukanlah rekaan saya, tapi hasil perhitungan menggunakan software yang biasanya saya berikan pada para alumni workshop PropertyCASHMachine)

compoundinterest

Jadi sebenarnya kalau dihitung-hitung lagi dengan meminjam uang untuk membeli properti, sebenarnya kita itu malahan lebih untung dari bank. Tapi perlu diingat, tentunya hal ini bisa terjadi kalau kita membeli properti yang tepat, dengan strategi yang tepat, kalau Anda membeli properti yang tidak tepat, dan dengan strategi yang salah, perhitungan diatas tentunya akan sedikit berbeda.

Untuk membeli properti yang tepat,  seperti yang telah saya bahas di buku  saya “PROPERTY CASH MACHINE – Langkah Cerdas Membangun Kekayaan Melalui Properti TANPA MODAL”, setidak tidaknya ada 9 tips yang bisa saya bagikan kali ini, yaitu:

  1. Tetapkan target atau tujuan Anda. Anda harus tahu dan sadar akan tujuan membeli properti ini untuk apa? Untuk sekedar “gaya gayaan” supaya di pandang lebih sukses oleh relasi atau keluarga Anda? Atau untuk di jadikan aset pembangun kekayaan Anda?
  2. Cari dan buat daftar prospek properti incaran Anda. Anda bisa cari dari berbagai macam sumber, salah satunya dari broker atau agen properti.
  3. Bergaul dan bersosialisasilah dengan berbagai kalangan. Anda tidak akan pernah tahu, saat salah satu dari teman Anda memiliki properti hotdeal yang sesuai dengan kriteria yang Anda inginkan.
  4. Promosikan diri Anda sebagai properti investor. Jika teman Anda mulai kenal Anda sebagai orang yang selalu mencari dan membeli properti, dan mereka mulai tawarkan properti pada Anda. Artinya promosi Anda berhasil.
  5. Carilah penjual yang benar benar niat untuk menjual propertinya, karena sedang butuh uang, kepepet, dll. Mereka bertebaran dimana mana dan ada setiap hari, tugas Anda adalah menemukan penjual penjual tersebut. Gunakan berbagai cara yang sudah saya bagikan di buku PROPERTY CASH MACHINE untuk menemukan mereka.
  6. Dapatkan informasi sebanyak banyaknya tentang jenis properti dan daerah yang Anda incar. Untuk itu, Anda perlu aktif bersosialisasi dengan banyak orang yang memiliki pengetahuan tentang properti di daerah yang Anda incar. Salah satunya cari informasi dari broker atau agen properti yang berpengalaman dan kuasai daerah yang Anda incar.
  7. Kontrol dan pilih dengan siapa Anda sering berinteraksi. Anda harus benar benar menjaga dan menyadari dengan siapa Anda bergaul. Karena diluar sana banyak sekali orang yang tidak percaya dan tidak yakin bisa membangun kekayaan melalui properti. Mereka akan berusaha pengaruhi Anda baik dengan sadar atau tidak sadar untuk menyerah dan berhenti saja menemukan properti hot deal Anda.
  8. Jangan mudah menyerah, NEVER EVER GIVE UP! Ketahuilah, bahwa dalam hal apapun, yang pertama adalah yang tersulit. Transaksi hotdeal pertama Anda mungkin saja merupakan transaksi yang sangat menantang. Tapi akan banyak hal yang akan Anda pelajari dari transaksi pertama Anda. Dan mungkin saja, Anda akan melakukan beberapa kesalahan. Tidak ada seorangpun yang sempurna, tapi ingatlah Anda akan selalu menjadi lebih baik, baik dan baik lagi. Sempurnakan terus menerus pengetahuan dan keahlian Anda dalam bertransaksi.
  9. Tip terakhir adalah, Jangan Tunggu BELI PROPERTI, tapi segera BELI PROPERTI & TUNGGU! BerInvestasilah di properti untuk menjadi KAYA, bukan menjadi kaya dulu baru berinvestasi di properti.

Dalam artikel selanjutnya saya akan menjelaskan perbedaan perhitungan hasil akhir antara investasi yang menggunakan dongkrak / pengungkit dengan investasi yang tidak menggunakan pengungkit, nantikan artikel selanjutnya beberapa hari ke depan, yang berjudul “Bumi dan langit bedanya….”

Salam Sukses Berkelimpahan,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: