Oleh: Helmi | 30 Maret 2013

Raup Puluhan Juta Sebulan dari Bisnis Online

Duduk di Rumah Raup Puluhan Juta Sebulan, MAU !!

Mereka yang cerdas, mampu mengoptimalkan internet sebagai mesin pengeruk uang. Pasutri Andrio Yulianto (30) dan Faisa Kurnia (26), hanyalah salah satu contoh saja.

Sebuah bukti, bahwa fenomena jual beli online, membantu seseorang dalam mendatangkan rupiah.

Ada yang celaka atau tertipu ketika terlibat jual beli online, tetapi lebih banyak yang diuntungkan dengan model perdagangan modern ini.

Tidak pernah sekalipun terbersit dalam pikiran Andrio Yulianto, bahwa ia akan mencari penghidupan dengan cara berdagang.

Sarjana Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini sebetulnya punya karir yang cukup mengkilap.

Ia merupakan karyawan sebuah BUMN di bidang konstruksi bangunan. Gajinya cukup untuk membuatnya hidup mapan.

Semuanya bermula dari sang istri, Faisa Kurnia, yang iseng-iseng mencoba berjualan baju muslim. Dari sebuah produsen yang menawarkan barangnya via internet, Faisa membeli lima stel baju, lalu dijualnya kembali.

“Waktu itu dia (Faisa) masih jual ke tetangga, kerabat, sama teman kantor mertua saya. Sama sekali enggak ada niatan untuk jadi penjual online,” kenang Andrio.

Sambil menjuali baju-baju itu, Faisa pun iseng mempostingnya ke akun Faceboook miliknya.

Hasilnya, di luar dugaan. Pembeli terus mengalir, dan kini, dagangan kerudung dan baju muslim yang dinamainya Abiti Moslem Style itu, sudah tumbuh jadi bisnis beromzet lebih dari Rp 50 juta setiap bulan.

“Alhamdulillah, padahal kami ini berjualan hanya dengan sistem dropshipper,” ucap Andrio.

Dropshipper yang dimaksud oleh Andrio, adalah bahasa lain dari makelar. Mekanismenya, dropshipper mendapat katalog barang dari produsen. Lalu, ia memasarkan lewat online. Situs sosialita seperti Facebook, Twitter, sampai blog dan forum-forum jual beli lainnya, bisa menjadi pilihan.

Setelah mendapat order dari pembeli, dropshipper memesan ke produsen. Dari produsen itulah, barang dikirim ke pembeli.

“Jadi saya tidak menumpuk banyak barang di rumah. Saya menjadi perantara antara pembeli ke produsen,” terang Andrio.

Melihat bisnis yang menjanjikan dan terus berkembang, Andrio mulai berpikir untuk meninggalkan statusnya sebagai karyawan BUMN.

Menurut ayah dua anak ini, pendapatannya sebagai pegawai, dengan membantu usaha wirausaha istri, sebenarnya sama saja.

Tapi, ia berpikir, berwirausaha lebih menguntungkan, lantaran ia bisa lebih dekat dengan keluarga kecil yang sangat dicintainya.

Family man yang murah senyum inipun akhirnya mantap untuk meninggalkan pekerjaan di BUMN.

“Berwirausaha, saya tidak hanya dekat dengan keluarga, tapi juga bisa mendapatkan kembali kebutuhan saya untuk bersosialisasi. Sementara di BUMN, jangankan buat bersosialita, waktu buat keluarga saja sangat minim. Pikiran dan tenaga saya seperti tergadai 24 jam sehari buat perusahaan orang,” ujar Andrio, yang ketika bekerja di BUMN selalu mendapat penempatan tugas di luar kota.

Andrio pun kini total membantu istri membesarkan bisnis dropshipper online ini. Kemampuan desain grafis yang ia miliki, ia terapkan untuk membuat laman dagangan online miliknya semakin menarik.

Administrasi dan pembukuan yang awalnya seadanya, mulai ia rapikan. Bisnis semakin berkembang, hingga ia merekrut dua orang karyawan untuk membantu usaha.

Hebatnya, semua aktivitas itu berputar di rumahnya sendiri, di kawasan Tembok Lor, Bubutan, Surabaya.

Ia tak perlu ke kantor memakai baju rapi. Atau ngebut menyeruak kemacetan lalu lintas demi mengejar meeting pagi.

Sebuah bukti, bahwa fenomena jual beli online, membantu seseorang dalam mendatangkan rupiah.

sumber : tribunnews.com | Jumat, 29 maret 2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: