Oleh: Helmi | 28 Mei 2012

Penemu Rumah Murah Rp 25 Juta

Ingin Bangun Rumah Murah, Hubungi Orang Ini !

Umar Sumadi di depan Rumah Murah karyanya
Anda Pengembang atau Pribadi yang berniat membangun rumah murah seharga Rp25 juta ini, dapat langsung datang dan menghubungi Umar Sumadi di kantor Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Contoh rumah murah tersebut dan kerangkanya juga terdapat di halaman kantor Kemenpera dan dapat ditinjau langsung.

Umar Sumadi adalah penemu rumah dengan sistem cetak ini di bawah bendera PT Grand Wijaya Palembang. Total sudah sekira 4.000 unit rumah yang dibangunnya di berbagai daerah, mulai dari Palembang, Aceh, hingga Tangerang, dan lain-lain.

” Bagi pengembang yang berniat membangun rumah murah dapat bermitra dengan kami (PT Grand Wijaya) dan langsung saja datang ke kantor Kemenpera,” kata Umar.

Umar menambahkan, untuk perorangan yang ingin membangun rumah murah pelaksanaannya baru bisa dilakukan pada pertengahan April mendatang. Rencananya akan dibuka semacam divisi kerja di daerah Bekasi untuk lebih mengefisiensikan proses kerja sama anatra PT Grand Wijaya dan pengembang yang ingin membangun rumah murah tersebut.

Lebih lanjut Umar menjelaskan struktur rumah murah tipe 36 tersebut terdiri dari lantai plur, jendela dengan kaca nako, atap asbes, dan belum termasuk plafon juga dapur.

“Nantinya akan disesuaikan dengan keinginan konsumen, misalnya ingin ditambahi plafon, lantainya diganti tegel, dan pembuatan dapur, dan lain-lain, nantinya biayanya akan disesuaikan lagi dengan harga bahan dan material yang digunakan,” paparnya.

Contoh rumah murah dan cantik garapan Umar Sumadi sang penemu teknik cetak rumah berbasis beton banyak diminati publik. Selain biaya produksinya hanya Rp 25 juta untuk tipe 36, kualitas rumah ini pun tak diragukan karena berbasis beton semen campuran pasir.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz punya kisah sendiri soal awal ia bisa menemukan sosok Umar Sumadi. Hingga buah karya Umar muncul di pelataran kantor kementerian perumahan rakyat sebagai rumah murah percontohan.

“Pak umar ini merupakan orang yang dididik sejak zamannya Pak Akbar Tanjung (mantan menpera). Dia luar biasa loh, saya nemuin dia itu di Palembang. Itu dua bulan yang lalu. Itu awal jadi menteri saya keliling, karena saya tertantang untuk bikin rumah Rp 25 juta karena bapak presiden (SBY) bikin rumah minimal Rp 25 juta,” kata Djan saat ditemui di kantornya, Rabu (14/3/2012)

Djan mengaku meski sudah memiliki contoh rumah murah di kantornya, masih ada saja orang yang tak percaya bahwa rumah dengan biaya produksi murah bisa direalisasikan.

“Terus bagaimana caranya bikin rumah harganya Rp 25 juta, terus setelah jadi rumahnya malah orang pada nggak percaya,” katanya

Umar Sumadi, merupakan pemilik hak paten intelektual rumah cetak yang diberi nama Raswari. Nama rumah ini berasal dari nama ayahnya Umar, yang dulu selama puluhan tahun bekerja sebagai kontraktor perumahan.

Umar membuka kerjasama permintaan pembangunan rumah ini dengan pengembang maupun perorangan secara parsial alias satu per satu.

“Raswari itu nama ayah saya, saya bekerja dulu sama beliau, beliau itu guru lah bagi saya,” ujar Umar beberapa waktu lalu.

Saat ini Umar kebanjiran pemesanan dari kalangan pengembang untuk membangun rumah murah tipe 36 ini. Permintaan banyak berasal dari Jawa maupun Sumatra dan Nusa Tenggara, misalnya di Palembang ia sudah menyelesaikan 300 unit dari total rencana pembangunan 4000 unit.

“Untuk tipe 36 untuk harga bangunannya saja hanya Rp 25 juta, itu tanpa plafon, belum dicat dan tanpa lantai keramik,” katanya.

Selain di Palembang, Umar juga menuturkan mulai April tahun ini, akan dibangun 7.800 unit rumah murah di Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama pemerintah setempat. Ia juga sedang melakukan pembicaraan dengan pengembang-pengembang di Cianjur, Sukabumi, Bandung dan lainnya yang sudah mendapat izin dari kemenpera.

“Tiap jam saya didatengin, minta formulir, nanya-nanya harga dan macam-macam, tapi pengembang yang dateng tadi dari Bandung, Cianjur, Sukabumi,” katanya.

Menurutnya rumah buatannya ini juga bisa dibangun di Jabodetabek dengan harga yang terjangkau bisa di bawah Rp 70 juta (tergantung harga tanah). Rumah ini juga merupakan rumah yang dirancang bisa bertahan terhadap gempa. Untuk dinding sudah memakai adonan beton dengan komposisi semen dan pasir 1:4.

“Ini rumah mitra gempa, bukan anti gempa. Dulu di Aceh saya buat rumah ini sebelum gempa, pas ada gempa, dia nggak ada retak-retak,” katanya.

Melalui bendera PT Grand Wijaya Persada Holding Company, ia siap melayani permintaan pembangunan rumah murah ini. Namun khusus untuk permintaan secara perorangan atau parsial, baru akan dibuka pendaftarannya pada pertengahan April 2012 nanti.

“Rencananya pertengahan April sudah mulai dibuka untuk memesan (perorangan) di daerah mana pun asal tanahnya ada, ada akses masuk mobil. Lama pengerjaan hanya 4-6 hari. Saya sudah 23 tahun bikin rumah ini dulu namanya RSS (rumah sangat sederhana),” katanya.


Responses

  1. ini rumah praktis masa depan, mudah2mudahan periode depan tak ada lagi gelandangan atau orang yang tak punya rumah, terima kasih pak Umar dan Pak Raswari

  2. Salut buat pak Umar Sumadi. Di kala kemuraman negara yang makin semrawut ini, msh ada insan spt beliau yang karyanya bisa jd secercah harapan bagi kebanyakan masyarakat bawah yang menjadi mayoritas negeri ini namun terpinggirkan oleh sistem yang corrupt.
    Sekali lagi, salut buat beliau.

    nb: kl bisa penggunaan asbes (atap & plafond) dieliminir pak, krn jd biang kanker..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: