Oleh: Helmi | 6 Agustus 2012

Jika Kita Dapat Uang 1 Milyar

JIKA KITA DAPAT UANG 1 MILYAR

( 6 PONDASI DASAR KEUANGAN )

  Hai hari ini kita akan membahas tentang apa yang harus kita lakukan kalo tiba – tiba kita mengalami salah satu hal berikut ini :

  1. Dapet warisan dari kakek
  2. Dapet uang asuransi jiwa atau
  3. Kita kaya mendadak tidak terduga
  4. Dapet Dana pensiun milyaran

atau

  1. Kita baru saja menang undian dari sebuah bank ternama, katakanlah Gebyar Gebyar!, senilai 1 Milyar
  2. You name it !

Wuihh, rejeki nomplok dong ?

Artikel kita kali ini akan bersinggungan sedikit sama yang nama kerennya “Wealth Management”

Ketika memiliki uang sebanyak itu, maka seakan – akan kita memiliki semacam instinct dalam untuk apa uang tersebut diinvestasikan, istilahnya, duit – duit gue, terserah gue dong mau diapain.

Tapi jika sobat adalah tipe pria yang tidak merasa sungkan buat dapet petunjuk, Dompetsehat.com punya beberapa tips yang bisa diterapkan

JANGAN LAKUKAN APAPUN SELAMA 1 BULAN PENUH

Jangan pernah mengambil keputusan pada saat kita merasa begitu panik atau senang, karena saat itu kita cenderung kurang waspada. Tunggulah beberapa saat hingga euforia tersebut menghilang, dan berpikirlah dengan kepala dingin dan tenang.

Rasanya sangat sulit memang, membendung perasaan euforia yang begitu menggebu – nggebu seperti itu. Helloooo, tiba – tiba dapet sekian Milyar gitu lhoh! Pengen beli ini, beli itu, ini itu, itu ini bla bla bla.

Menurut berbagai artikel, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk ngebantu kita ngilangin euforia tersebut, mungkin sekali – sekali kita pengen nyobain yoga, melukis, golf, sepak bola, futsal, lari, lakukan apa saja yang jadi favorit kita, selama aktifitas tersebut bisa membuat pikiran kita jadi jernih dan tenang.

Dan selama pikiran kita BELUM merasa tenang, JANGAN PERNAH, – i repeat -, JANGAN PERNAH mengambil keputusan investasi yang tidak bisa ditarik kembali secara terburu – buru.

( Contoh investasi yang tidak bisa ditarik kembali adalah : Kita membeli investasi yang tidak bisa dijual seketika itu juga, kasihin hadiah, donasi ke badan amal, atau membeli berbagai macam reksadana/unit linked )

Cari seorang perencana keuangan, estate planner, dan akuntan yang bagus.

Segera temui mereka untuk membantu kita merencanakan dan mengelola portofolio investasi kita. Tapi ingat, selalu dengan pelan – pelan. Kenali mereka lebih dahulu, kumpulkan informasi, dan jangan terburu – buru ketika mengambil sebuah keputusan besar. Orang yang akan kita ajak konsultasi mengenai keuangan adalah harus benar – benar orang yang mau mengerti dan memahami kita. Orang tersebut haruslah memiliki sertifikasi khusus dibidang keuangan seperti misalnya Certified Financial Planner ( CFP® ), atau Certified Wealth Manager ( CWM ), bukan hanya orang yang memiliki istilah panjang dibelakang namanya. Mereka harus memiliki pengalaman, pendidikan berkelanjutan yang sangat ketat, dan telah disumpah untuk selalu mematuhi kode etiknya agar selalu mengutamakan kepentingan klien diatas segala – galanya.

Nah, sekarang setelah kita merasa tenang, dan sudah menemukan seorang konsultan keuangan yang bisa kamu percaya, what next  ?

Dalam membangun keuangan yang baik dan benar, itu sama seperti membangun sebuah gedung bertingkat, tanpa pondasi yang bagus, maka gedung bertingkat tersebut akan sangat mudah roboh karena sedikit saja gangguan.

Berikut 6 pondasi keuangan yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk melakukan investasi dalam bentuk lainnya.

1.AMANKAN KEBUTUHAN HIDUP KITA DULU

Sisihkan dulu sejumlah uang yang kita perkirakan bisa untuk memenuhi seluruh biaya hidup kita dalam satu tahun. Ada beberapa cara mudah untuk menghitungnya, cara yang paling simpel adalah apakah 4% dari uang tersebut cukup ? Misalkan kamu dapet uang sebesar Rp 1.000.000.000, berati 4% nya sama dengan Rp 40.000.000, uang segitu cukup tidak untuk memenuhi biaya hidup kamu selama satu tahun ? kalo cukup, berarti kebutuhan hidup kamu sudah aman.  Ingat, kebutuhan hidup adalah yang benar – benar kita butuhkan untuk hidup, bukan GAYA hidup. Bedakan antara NEEDS dan WANTS

2. AMANKAN NILAI EKONOMIS / HUMAN LIFE VALUE ( HLV ) KITA

Nilai apa ?? nilai ekonomis ?, apa itu ?

Gampangnya begini, jika saja kita punya seekor bebek bertelur emas, saat kita bawa bebek tersebut keluar kota dimana dalam perjalanan banyak perampok yang mengincar, mana yang akan kita lindungi lebih dulu ? Bebeknya, atau telurnya ? mana yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi ?

Ketika seorang ayah memiliki sebuah rumah dan mobil, manakah yang harus dilindungi terlebih dahulu demi istri dan anaknya ? Mobilnya, atau ayahnya ?

Sama halnya dengan analogi bebek diatas, kita sebagai manusia juga memiliki nilai ekonomis, nilai ekonomis itulah disebut HLV. Ada beberapa metode dalam menghitung HLV.  Namun disini saya berikan yang paling simpel saja. Jika ternyata uang sebanyak Rp 40.000.000 cukup untuk kebutuhan hidup kita, maka perhitungan HLV kita yang paling mudah adalah.

Rp 40.000.000 / 6% ( risk free rate atau mudahnya bunga deposito ) = Rp 666 juta

Sisihkan uang sebanyak 666 juta kedalam deposito dengan suku bunga 6% pertahun, maka akan menghasilkan uang Rp 40.000.000 per tahun dengan KONSTAN tanpa memakan modal pokoknya.

Sampai disini paham konsep dasarnya ? pahami dulu, kalau sudah paham saya beri cara yang lebih pintar.

Baiklah, sudah paham kan ?, nah daripada menyisihkan separuh dari uang warisan kamu, sisihkan saja uang kamu perbulan sebanyak 1jt – 2 jt dan ambil asuransi jiwa dengan NILAI UANG PERTANGGUNGAN JIWA sebesar 660 juta. Jika teradi apa – apa dengan ayah, misal ayah sampai meninggal dunia, ada jaminan sebesar 660 juta dari perusahaan asuransi jiwa. Dengan uang tersebut kebutuhan pokok keluarga kamu akan aman, dan jika keluarga kamu tidak bisa berinvestasi, ulangi langkah pertama seperti di atas, masukkan saja uang tersebut ke deposito sampai dia tahu cara mengelola uang yang benar. Konsultasikan dengan perencana keuanganmu untuk menghitung berapa nilai HLV yang tepat untuk kamu

3. SISIHKAN UNTUK DANA DARURAT

Tujuan utama dari menyiapkan dana darurat adalah sebagai dana talangan ketika tiba – tiba kita kehilangan pendapatan dari pekerjaan utama kita, bisa jadi kita ingin pindah pekerjaan, terkena PHK, atau perusahaan kamu bangkrut, whatever. Kita tetap harus memiliki sebuah tabungan dana darurat, bisa jadi dibutuhkan untuk keperluan diluar semua itu.

Tipe dana darurat ada 3 :

1. Dana darurat Cash / Credit Card

Dana darurat dalam bentuk cash, idealnya minimum sebanyak 3x pengeluaran bulanan, dan maximum 6x pengeluaran bulanan. Simpan dana tersebut dalam bentuk cash atau investasi yang paling likuid.

2. Dana darurat asuransi kesehatan yang mencover Rumah Sakit.

Saat ini banyak sekali asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan yang cukup murah dalam satu tahunnya. Coba konsultasikan dengan perencana keuanganmu mana yang paling baik?

3. Dana darurat asuransi kecelakaan

Enough said.

4. SISIHKAN UNTUK BIAYA / DANA PENDIDIKAN ( JIKA PUNYA ANAK KECIL, JIKA TIDAK SKIP )

Kita pasti udah ngerti kan kalau biaya pendidikan, terutama untuk kuliah sangat tinggi sekarang ?, supaya lebih aware lagi, biaya pendidikan tahun kemarin telah naik dengan rata – rata kenaikan sebesar 20%. Kebutuhan dana kuliah paling minim untuk tahun 2011 kemarin adalah sebesar Rp. 200.000.000 untuk 3 tahun, jika terjadi kenaikan secara konstan, maka kebutuhan dana pendidikan 17 tahun kemudian ( jika usia anak kita sekarang adalah 1 tahun ), bisa mencapai angka Rp 4.4 Milyar. Untuk dana pendidikan tersebut, kamu perlu menginvestasikan uang sebesar 412 juta dengan imbal hasil investasi konstan sebesar 15%. Konsultasikan dan sesuaikan strategi investasinya dengan perencana keuangan kita.

5. WEALTH ACCUMULATION

Wealth accumulation atau pengumpulan kekayaan adalah proses untuk membangun aset, yang cukup besar untuk menghidupi kita nanti, aset itu akan terus memberi pemasukkan ke kita walaupun kita sudah tidak bisa bekerja lagi. Atau gampangnya adalah mengumpulkan dana untuk pensiun.

Apakah kita tahu bagaimana menghitung dana pensiun yang benar ?, asumsikan saja kebutuhan dasar kita sebesar Rp 40.000.000 / tahun, dan saat pensiun nanti kita pengen tetap mempertahankan daya beli yang sama ( disesuaikan dengan inflasi ), misal usia kita sekarang adalah 30 tahun, maka dana pensiun atau MINIMUM ASET yang kita butuhkan di usia 55 tahun adalah sebesar 3.8 Milyar. Untuk dana pensiun tersebut, kamu perlu menginvestasikan dana sebesar 178 juta dengan hasil investasi 15% secara konstan pertahun.

6. ESTATE PLANNING

Kebutuhan dasar ? check, Proteksi HLV ? check, Dana darurat ? Check, Dana pendidikan ? Check, Dana Pensiun ? Check, apa lagi dong ? Estate Planning atau perencanaan waris.

Perencanaan waris penting karena kita harus menunjuk siapa saja yang akan mengelola harta kita ketika kita harus pergi untuk selamanya. Hal ini menjadi lebih penting lagi ketika kita memiliki anak – anak yang masih kecil. Buatlah surat kuasa kepada orang yang kita percaya bisa memelihara semuanya ketika tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Estate planning meliputi pembuatan prenuptial agreement, penunjukan kuasa dan ahli waris, hingga pembuatan trust.

Setelah 6 cek list dasar diatas masih berpikiran untuk menghamburkan uang 1 Milyar pertama kita untuk beli barang – barang konsumtif ? dengan semuanya itu saja uang kita yang 1 Milyar paling – paling sudah berkurang jadi 400 jutaan. Langkah selanjutnya terhadap sisa uang itu adalah lihat piramida keuangan berikut ini.

Selalu ingat, saat ingin membeli sesuatu, usahakan untuk menabung dan menetapkannya sebagai goal keuangan kamu, tentu dengan jangka waktunya. Semakin tinggi return suatu investasi, semakin tinggi pula resikonya, seperti ilustrasi dalam piramid tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat, happy investing!

Ibnu Ulinnuha SE, AEPP, CFP® adalah CEO dari DompetSehat.com, sebuah aplikasi keuangan pribadi berbasis web dan mobile yang dirancang untuk membantu masyarakat mengelola keuangan pribadinya secara otomatis dan gratis!. Follow dia di @ibnuulinnuha / @dompsetsehat. Baca lebih banyak tentang dompetsehat di blog.dompetsehat.com. ellen-may.com.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 923 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: